Integrasi Sawit-Sapi, Astra Agro Lestari Pasok 100 Sapi/Minggu untuk Kalimantan

Salah satu contoh ntegrasi sawit-sapi yang dilakukan anggota Gapuspindo.

Pangkalan Bun, AF – Grup Astra Agro Lestari (AAL) melalui anak usahanya PT Agro Menara Rahmat (AMR) berhasil mengembangkan integrasi sawit-sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. PT AMR juga sudah mampu memasok 100 sapi potong per minggu untuk pasar Kalimantan.

“Kami terus membuka pasar lokal untuk sapi potong di Kalimantan, dan saat ini mampu memasok 80 sampai 100 sapi per minggu,” kata General Manager Livestock Division AAL Widayanto di Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng, Rabu (19/7).

Dia menjelaskan selain di Kobar, sapi potong jenis brahmancross itu juga dipasarkan ke Palangkaraya, Banjarmasin, Sampit dan Martapura. Saat ini pihaknya juga menjajaki pasar sampai ke Pontianak. “Kami terus melakukan kerja sama dengan pedagang ternak lokal dan rumah potong hewan yang ada. Kami siap mendukung swasembada sapi potong di Kalimantan,” katanya.

Saat ini di farm PT AMR terdapat 10 koloni sapi yang menggembala di areal kebun sawit. Satu koloni ada sekitar 350 ekor dengan perbandingan satu jantan dan 10 betina. Sepuluh persen hasil anakan jantan, dan sekitar 30 persen anakan betina akan masuk program penggemukan yang menghasilkan sapi potong. “Dari koloni ternak di kebun sawit, sebentar lagi 250 sapi akan melahirkan dan 1.250 akan melahirkan 1-2 bulan ke depan,” katanya.

Pihaknya siap menjual sapi potong dengan harga yang lebih murah dibanding pedagang setempat membeli ternak dari luar Kalimantan. Dia juga berharap RPH Kotawaringin Barat yang baru bisa segera berfungsi dan pedagang bisa mengambil sapi dari AMR. Integrasi sawit-sapi merupakan implementasi dari Peraturan Mentan 105 tahun 2014, tentang integrasi usaha perkebunan kelapa sawit dengan usaha budidaya sapi potong untuk mendukung swasembada daging di Indonesia.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Peternakan pada Dinas Peternakan Kabupaten Kobar Ir Dedi Mulyadi mengatakan RPH milik Kobar bisa beroperasi akhir tahun 2017 atau paling lambat awal tahun 2018.
Dia mengingatkan sejak awal, seperti ditulis Antara, peternakan besar di Kobar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daging di Pulau Jawa sehingga bisa mengurangi impor daging.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*