Produksi Botol Plastik Daur Ulang, Bagaimana Investasi Pabrik Danone-Aqua?

Cacahan plastik yang hendak dikirim ke PT Namasido Plas.

Bogor – Agrifood.id – Perusahanan air minum dalam kemasan (AMDK), Danone-Aqua, telah meluncurkan kemasan botol plastik 100 persen hasil daur ulang pertama di Indonesia. Peluncuran recycled polyethylene therepthalate (RPET) atau PET daur ulang tersebut dilakukan Direktur PT Tirta Investama (Danone-Aqua), Corine Tap, d Bali, pada pertengahan Februari lalu.

Saat peluncuran itu, Corine berharap inovasi yang merupakan bagian dari implementasi komitmen #BijakBerplastik tersebut dapat menjawab solusi menyeimbangkan kebutuhkan hidrasi sehat dan menjaga lingkungan hidup di Indonesia. Setiap hari, Danone-Aqua berkontribusi bagi jutaan masyarakat Indonesia dengan menggunakan berbagai tipe kemasan.

“Tantangannya pengelolaan sampah plastik saat ini menjadi masalah bersama. Hal tersebut membuat Danone-Aqua memiliki tanggung jawab spesial untuk memberikan perubahan secara besar melalui pelibatan jutaan konsumen,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mendesain ulang kemasan air minum secara teratur dengan pengelolaan baru kemasan plastik dan beralih dari sebuah model linier ke model melingkar. Hal itu berarti botol yang dibuang menjadi sumber daya berharga untuk digunakan kembali.
“Ini mendorong kami untuk secara aktif berinovasi dan meluncurkan produk 100 persen botol plastik daur ulang di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Inovasi kemasan itu menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik di lautan sampai 70 persen pada tahun 2025.

Dikatakan, botol kemasan 100 persen plastik daur ulang itu baru didistribusikan di Bali, seperti supermarket, hotel, cafe dan restoran mulai bulan Februari 2019.

Pertanyaannya, di manakah botol plastik daur ulang itu diproduksi? Pada Desember 2018 lalu, pihak Danone- Aqua pernah mengutarakan akan memproduksi sendiri RPET (PET daur ulang) 1,1 liter tersebut.

Karyanto Wibowo yang juga Sustainable Development Director Danone Indonesia menyebutkan untuk memproduksi kemasan tersebut perseroan menggandeng pabrikan plastik asal Bandung, PT Namasindo Plas.”Saat ini RPET di Bandung kapasitas produksinya sekitar 10.000 ton per tahun,” terangnya disela-sela Workshop Pengelolaan Sampah Plastik saat itu.

Namun, seperti ditulis Kontan, pada 2019 ini perseroan berencana menggandeng perusahaan asal Perancis, Veolia untuk membangun sebuah pabrik RPET dengan kapasitas 25.000 ton per tahun. Karyanto mengatakan nilai investasi pabrik mencapai € 20 juta atau sekitar Rp 300 miliar.

“Diharapkan di 2020 pabriknya sudah dapat beroperasi,” katanya. Dengan demikian di 2020 tersebut kapasitas produksi RPET Danone-AQUA bakal mencapai 35.000 ton per tahun.

Nantinya, lanjut dia, tak menutup kemungkinan hasil produksi RPET dapat dijual ke industri lainnya. Dia menegaskan bahwa perseroan sangat mungkin membuka pabrik baru tersebut untuk melayani permintaan pasar yang terus meningkat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*