Cabai dan Bawang Mencukupi, PD Pasar Jaya Optimalkan CAS

Bawang merah yang siap dijual.

Jakarta, Agrifood.id – Kementerian Pertanian memastikan pasokan cabai dan bawang merah dari beberapa daerah penghasil guna memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini mencukupi. Demikian juga harga bawang merah dan cabai diprediksi kembali normal.

“Dua komoditas hortikultura, cabai dan bawang merah, kami jamin aman, sangat mencukupi,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan Suwandi di sela-sela pertemuan pengamanan pasokan dan stabilisasi cabe dan bawang menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2019 di Bogor, akhir April lalu. Acara itu dihadiri para petani dan petugas dinas sentra utama produksi cabai dan bawang.

Dikatakan, situasi ini bertepatan dengan panen raya bawang merah dan cabai di sentra-sentra besar pada Mei – Juni 2019. Inilah yang menjadi faktor utama penyebab kepastian pasokan dan harga kedua komoditas tersebut.
Suwandi menuturkan pasokan bawang merah saat ini kembali normal. Harga di pasar induk sudah di bawah Rp 20 ribu per kilogram dan sentra-sentra besar seperti Brebes, Nganjuk, Demak, Grobogan hingga Bima saat ini sudah memasuki panen.

Terkait pasokan bawang putih, Suwandi memastikan segera terisi dari impor. Kemtan sudah terbitkan rekomendasi impornya yang kemudian disusul dengan terbitnya ijin impor dari Kemdag, jumlahnya sekitar 115 ribu ton.
“Kemtan bersama dengan Kemdag kompak memastikan pasokan segera normal seiring dengan mulai diterbitkannya Surat Persetujuan Impor kepada beberapa importir,” jelas dia.

Di tempat yang sama, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemdag, Tuti Prahastuti, menyebutkan terdapat 4 komoditas pangan yang perlu diwaspadai dan dijaga stabilitas pasokan dan harganya jelang puasa tahun ini. Mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai dan daging ayam.

“Kami sudah cek ke beberapa gudang importir untuk memastikan ketersediaan bawang putih. Operasi Pasar bawang putih juga sudah kami lakukan di 8 provinsi yang peningkatan harganya diatas 20 persen,” sebutnya.

Sementara itu, PD Pasar Jaya telah menyiapkan 13 unit penyimpanan produk hortikultura yang dikenal dengan Controlled Atmosphere Storage (CAS). CAS tersebut merupakan gudang penyimpanan dengan dukungan teknologi untuk mengamankan pasokan bawang dan cabai di beberapa pasar retail Jakarta. Dengan teknologi tersebut, bawang dan cabai bisa disimpan lama.

“Tahap awal ini baru terisi 3 unit, selebihnya menyusul,” kata salah pimpinan PD Pasar Jaya dalam keterangan tertulis Kemtan.

Pada 2018 lalu, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin pernah mengatakan pihaknya akan menambah mesin CAS dan cold storage (CS). Saat itu, CAS digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dijelaskan, keberadaan CAS akan mengendalikan inflasi harga karena dapat menyimpan stok komoditas pokok. Untuk membeli mesin tersebut pihaknya telah menyiapkan dana Rp 4,9 miliar. “Rinciannya Rp 4,2 miliar untuk mesin CAS dan Rp 700 juta untuk cold storage,” jelasnya.

Dalam pemberitaan beritajakarta.id, Kepala Humas PD Pasar Jaya Amanda Gita Dinanjar menambahkan, fasilitas CAS dapat menyimpan komoditas pangan hingga enam bulan dengan kualitas dan kesegaran yang tetap terjaga. [AF-04]

agrifood.id // agrifood.id@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*