KONAWEKEPULAUAN, AF – Penolakan tambang nikel oleh para petani dan masyarakat di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, akhirnya membuahkan hasil. Lahan bekas tambang PT Gema Kreasi Perdana (GKP) mulai ditanamin aneka komoditas perkebunan (pertanian) yang selama ini menopang perekonomian masyarakat.
Sejak November 2025 hingga Januari 2026, ratusan warga Desa Sukarela Jaya dan Desa Roko-Roko, Kabupaten Konkep melakukan penanaman berbagai komoditas perkebunan di area bekas tambang nikel.
Wakil Ketua DPRD Konawe Kepulauan, Sahidin, mengatakan pihaknya konsisten menolak tambang karena dinilai tidak banyak berdampak pada perekonomian masyarakat bawah. DPRD konsisten untuk mendorong petani dan masyarakat pedesaan untuk menanam tanaman jangka panjang seperti jambu mete, pala, kakao, cengkeh, dan kelapa hibrida. Kemudian tanaman jangka pendek seperti nilam, tomat, wortel dan sayur-sayuran.
“Begitu juga masyarakat nelayan melakukan pemasangan rompong untuk memancing ikan demi meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” lata Sahidin.
Seperti diketahui, pada Sabtu (15/11/2025), masyarakat melakukan aksi protes dengan melakukan penanaman sejumlah bibit tanaman perkebunan di areal operasi PT GKP. Adapun lokasi yang digarap merupakan jalur hauling dan area stok file yang ditinggalkan perusahaan setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan bahwa Pulau Kecil Wawonii dilarang untuk ditambang.
Aksi warga dilakukan sebagai bentuk pemulihan lingkungan menyusul berhentinya aktivitas tambang, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Konawe Kepulauan lebih cocok untuk perkebunan rakyat. Selain dampak pada perkebunan, pencemaran dari tambang juga bisa meluas hingga ke pesisir yang mengancam kehidupan nelayan.
Sahidin menegaskan perusahaan wajib melakukan reklamasi atau konservasi pemulihan lahan, serta menempatkan dana jaminan reklamasi. PT GKP kini telah angkat kaki dari Pulau Wawonii dan sedang dikejar aparat penegak hukum terkait tanggung jawab perusahaan serta dugaan kerugian keuangan negara.
Adapun jambu mete, kakao, cengkeh, kelapa dan pala merupakan komoditas komoditas perkebunan dan sumber mata pencaharian utama masyarakat di Pulau Wawonii, Konawe Kepulauan. Perkebunan mete banyak dijumpai di pesisir dan wilayah daratan pulau, seperti di Kecamatan Wawonii Utara, Wawonii Selatan, dan Wawonii Tenggara.
Sedangkan perkebunan kakao di Konawe Kepulauan tercatat seluas 3.339 hektare yang dikelola oleh 2.115 kepala keluarga (KK). Tanaman ini menjadi salah satu komoditas utama di wilayah tersebut, bersanding dengan jambu mete dan kelapa dalam untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat. [DG]
Be the first to comment