Bupati Dorong Inovasi, Garam Bisa Jadi Komoditas Andalan

garam bersama dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Bima, baru-baru ini.

Bima – Satuan kerja perangkat daerah atau organisasi perangkat daerah (SKPD/OPD) diminta terus berinovasi dalam mengembangkan potensi daerah. Garam merupakan salah satu komoditas potensial di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang bisa menjadi sarana untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE menginstruksikan pada seluruh SKPD/OPD dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima agar terus berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita berinovasi untuk menyejahterakan masyarakat dengan program dan kebijakan yang ada,” ujar Bupati, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, berbagai potensi kelautan dan perikanan, seperti garam, menjadi salah satu sektor utama (leading sector) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Arahan dan petunjuk pun sudah diberikan kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima yang menangani sektor tersebut, terutama komoditas garam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Bima Ir Hj Nurma, mengatakan, pihaknya terus melakukan sejumlah terobosan dan inovasi program untuk mengembangkan potensi garam. Untuk mewujudkannya, Dislutkan Bima terus berbenah diri, meningkatkan kinerja dalam menyuluh dan membimbing petani garam hingga setiap peluang pemasaran produksi dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Nurma menjelaskan, optimalisasi produksi garam juga dilakukan melalui pendekatan teknologi dan konsolidasi lahan, dan penguatan akses pasar. Hal itu bisa dipercepat dengan membentuk koperasi sehingga para produsen garam (petambak) bisa membangun kolaborasi dan sinergi bersama.

Apalagi, produksi dan harga garam pada tahun ini cukup bagus sehingga ini semakin menambah motivasi para petambak dalam meningkatkan kinerjanya.

ā€œSekarang harga garam di Bima berkisar Rp 35.000-45.000 ribu per sak. Dengan harga ini seharusnya memacu motivasi para petani garam untuk berkomitmen guna meningkatkan produksi baik dari aspek kuantitas maupun kualitasnya,ā€ kata Nurma.

Dikatakan, pengembangan garam tersebut bisa terus dilakukan untuk menpang ekonomi daerah dan masyarakat petambak. Hal itu sejalan dengan komitmen Bupati Bima untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan optimalisasi potensi lokal. [AF-03/agrifood.id@gmail.com]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*